Flickr

test

Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Rabu, 09 Mei 2018

Landasan Historis, Filosofis, dalam Pendidikan Jasmani dan Olahraga


LANDASAN HISTORIS, FILOSOFIS
PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA

TESA A SUHENDRA
Program Pascasarjana
Universitas Negeri Malang

Abstrak

Landasan adalah dasar tempat berpijak atau tempat di  mulainya suatu perbuatan. Dalam bahasa Inggris, landasan disebut dengan istilah foundation, yang dalam bahasa Indonesia  menjadi fondasi. Fondasi merupakan bagian terpenting untuk mengawali  sesuatu. Adapun menurut S. Wojowasito, (1972: 161), bahwa landasan dapat diartikan sebagai alas, ataupun dapat diartikan sebagai fondasi, dasar, pedoman dan sumber.

Sejarah adalah kejadian yang terjadi pada masa lampau yang disusun berdasarkan peninggalan-peninggalan berbagai peristiwa. Peninggalan peninggalan itu disebut sumber sejarah. Dalam bahasa Inggris, kata sejarah disebut history, artinya masa lampau; masa lampau umat manusia

Filosofi adalah studi mengenai kebijaksanaan, dasar dasar pengetahuan, dan proses yang digunakan untuk mengembangkan dan merancang pandangan mengenai suatu kehidupan. Filosofi memberi pandangan dan menyatakan secara tidak langsung mengenai sistem kenyakinan dan kepercayaan.

Kata kunci : Landasan, Historis, Filosofis










Latar Belakang :
Kehidupan manusia tiada terlepas dari sejarah kehidupan, karena dengan sejarah itu manusia dapat menjadikan tolak ukur untuk melakukan suatu tindakan dimasa sekarang, apakah baik atau sebaliknya, sehingga dapat menghasilkan hasil yang maksimal. Sejarah adalah suatu peristiwa yang telah terjadi di masa lampau, yang merupakan bagian dari kehidupan manusia, sejarah itu diisi tergantung pada pembuat sejarah apakah diisi dengan tinta sejarah yang bermanfaat atau sebaliknya. Peristiwa sejarah meliputi berbagai aktivitas manusia semua bidang manusia salah satunya adalah landasan sejarah dalam bidang pendidikan yang merupakan pembahasan makalah ini. Pendidikan merupakan hasil sejarah orang–orang sebelum kita yang berjasa dalam bidang pendidikan. Pendidikan di Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang. Pendidikan itu telah ada sejak zaman kuno atau tradisional yang dimulai dengan zaman pengaruh agama Hindu dan Budha, zaman pengaruh Islam, zaman penjajahan, dan zaman merdeka. Oleh karena itu dengan adanya landasan sejarah pendidikan di masalalu bisa dijadikan gambaran untuk melakukan pendidikan dimasa sekarang. Sehingga dalam pelaksanaan pendidikan dapat mengarah pada tujuan sebenarnya pendidikan itu.
Sedangkan Filsafat adalah merupakan salah satu sumber kebenaran yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam brfikir, bersikap dan bertindak, baik untuk menjalankan rutinitas kegiatan keseharian, maupun untuk memecahkan suatu permasalahan termasuk permasalahan dalam Dikjasor. Penerapan filsafat pada pendidikan jasmani dan olahraga merupakan suatu hal yang sangat vital. Dengan nilai filosofis yang diyakini kebenarannya, fakta-fakta disoroti untuk melahirkan dasar-dasar yang akan dipakai sebagai acuan atau pedoman dalam mengembangkan dan menjalankan program pendidikan jasmani dan olahraga.
Secara umum, pendidikan merupakan segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Secara khusus, pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan, yang berlangsung di dalam dan luar sekolah sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang (Mudyaharjo, 2008: 3, 11).
Tujuan pendidikan di Indonesia adalah untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang Pancasila yang dimotori oleh pengembangan afeksi, seperti sikap suka belajar, tahu cara belajar, rasa percaya diri, mencintai prestasi tinggi, punya etos kerja, kreatif dan produktif, serta puas akan sukses yang akan dicapai (Pidarta, 2007: viii)
Tujuan Pendidikan jasmani itu sendiri adalah Sebagai Berikut :
1.      Kesegaran jasmani
2.      Yang utama adalah manusia
3.      Kebutuhan Emosi
4.      Perasaan Emosional
5.      Kesegaran Sosial
6.      Pengembangan Intelektual
7.      Persiapan Kebutuhan Untuk Masa Depan
8.      Pengembangan Motor Skill
9.      Perlindungan Terhadap Kesehatan Mahasiswa

Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menambah wawasan bagi para pembaca mengenai landasan Historis (sejarah) dan Filosofis (Filsafat) Pendidikan Jasmani dan Olahraga serta hal-hal yang tercantum di dalamnya.
Ruang Lingkup Kajian.
Ruang Lingkup Sejarah Pendidikan Jasmani

Ditinjau dari sejarah tentang pendidikan bahwa Pendidikan Jasmani dan Olahraga adalah satu kesatuan yang kompleks walaupun memiliki arti yang berbeda dan dapat pula di tambah dengan bermain, sebagaimana kita ketahui bahwa Olahraga berorientasi pada prestasi, Penjas Berorientasi pada bagaimana siswa itu kemudian bisa bergerak. Dan perkembangan penidikan jasmani dari zaman ke zaman.
Ruang lingkup filsafat Pendidikan Jasmani dan Olahraga :
     Mengkaji pendidikan jasmani dan olahraga dari berbagai posisi pemikiran filsafat akan mendukung penjelasan dan pemahaman tentang sifat, nilai, tujuan, signifikansi, dan cakupan pendidikan jasmani dan olahraga serta dapat memahami cakupan wilayah studi filsafat atau cabang filsafat (ontologi, epistemology, dan aksiologi) dan aplikasi kajiannya dalam pendidikan jasmani dan olahraga.
Kajian Teori
a. Kajian Tentang Historis Pendidikan Jasmani
Zaman Primatif

Aktivitas fisik rupanya merupakan bagian kehidupan semua. Evolusi manusia diawali dengan gerakan dan perkembangan -homo sapiens. Makhluk yang berpikir, sebagaimana terbesar tergantung pada aktivitas otot-otot. Diduga bahwa aktivitas fisik manusia primitif berkaitan dengan mempertahankan hidup, mencari makan sedang, tempat berteduh dan perlindungan dari keganasan lingkungan serta kelanjutan perkembangan suku. Pengkajian manusia pra-sejarah dilakukan melalui arkeologi dan antropologi dengan meneropong dengan meneropong masyarakat primitif.

Zaman Kuno

Dua kebudayaan kuno yang masih tetap bertahan dan masih tetap hidup adalah Cina dan India sukar sekali melukiskan sejarah kedua kebudayaan tersebut karena harus menjangkau waktu yang jauh ke masa lampau.
Cina mewariskan jenis aktivitas fisik dan permainan. Wen-Chang Wu, seorang ahli menunjukkan bahwa pada abad-abad permulaan di Cina, hidup diwarnai oleh tari-tarian, gulat, penahan, pemeliharaan dan berbagai aktivitas fisik.

Zaman Grik

Jika Sumeria merupakan tempat kelahiran, maka Grik mencapai kedewasaannya. Tak ada bangsa lain, sebelum maupun seudah zaman Garik yang meletakkan tekanan yang kuat, tidak hanya pada intelek pada perkembangan dan kesempurnaan jasmani

Zaman Feodolisme dan Ksatria

Feodotisme sebagai cara hidup terdapat dalam abad pertengahan yang timbul dari kekacauan setelah jatuhnya Romawi. Semua kehidupan politik, ekonomi, sosial, terpusat pada feodolisme. Hanya ada dua macam profesi yang terbuka bagi anak muda kelas sosial tinggi, yakni jadi pejabat gereja atau jadi ksatria. Keduanya tumbuh pada zaman gelap sebagai reaksi atau kompensasi jumlahnya pemerintahan pusat. Gereja membutuhkan pejabat yang taat beragama dan intelektual cakap

Zaman Renesan atau kelahiran Kembali

Abad pertengahan berakhir dengan datangnya zaman renesans atau zaman kelahiran kembali. Zaman ini timbul sekitar abad 14-17.. Zaman renesan adalah zaman ketika rakyat dalam alam dekadensi Roma dengan pengulasan Barbarisme, muncul kembali melepaskan diri dari kedalaman lubuk abad gelap dan abad pertengahan dan mencapai tingkat budaya yang mengasimilasikan dan menghatai kembali budatya Grik dan Roamawi Kuno


Zaman Pendidikan Jasmani Modern di Eropa

Sementara renesans tumbuh bersamaan dengan reformasi Protestan, budaya Eropa memasuki periode nasionalisme. Timbulnya nasionalisme menandai tumbuhnya masyarakat modern. Negara-negara nasional yang kuat mulai terbentuk dibawah kekuasaan monarki. Pertumbuhan ini sebenarnya telah beriangsung lama

Zaman Nasionalisme

Gerakan nasionalisme membawa asas pendidikan universal. Nasionalisme telah berhasil membuat warga negara taat pada negara. Pendidikan dibuat untuk mencapai tujuan itu. Dalam periode ini pendidikan jasmani maju pesat seperti pada zaman Grik. Sistem pendidik jasmani, mencakup olahraga, permintaan dan gimnastik, menjadi bagian integral dari program pendidikan formal, pendidikan yang sengaja diprogram di lembaga-lembaga pendidikan seperti di sekolah-sekolah

Sejarah Olahraga Internasional

Asal mula olahraga tidak diketahui secara pasti dalam sejarah, tapi bangsa primitif melakukan olahraga dan permainan seperti yang ditafsirkan oleh para ahli antropologi. Dalam masyarakat prasejarah bermain dan permainan untuk sebagian berazaskan manfaat karena merupakan proses dari mempertahankan keberadaan mereka

Sejarah Pendidikan Jasmani dan Olahraga di Indonesia

Catatan - catatan tentang latihan jasmani dan olahraga pada zaman ini masih perlu digali. Dapat dipastikan bahwa olahraga atau latihan jasmani sudah berbeda sifatnya dengan zaman purba atau atau zaman primitif. Bukan hanya untuk mempertahankan diri atau ketangkasan berburu untuk memenuhi kebutuhan hidup tapi juga mulai adanya kegiatan-kegiatan untuk rekreasi dan secara terencana dalam usaha pembinaan fisik untuk tujuan tertentu seperti melatih keprajuritan.

Zaman Pendudukan Jepang

Kekuasaan Belanda Berakhir dengan datangnya Jepang pada perang dunia ke 2. Jepang mencoba menarik simpati rakyat untuk bersama-sama mendirikan Asia Timur Raya yang bebas dari penjajahan bangsa barat. Rakyat diajak ikut serta mendukung tentara Jepang dalam perangnya melawan sekutu. Kesempatan ini dipergunakan oleh para pemimpin bangsa Indonesia menanamkan kesadaran kemampuan bangsa Indonesia untuk jadi bangsa merdeka.

Zaman Kemerdekaan

Di zaman Jepang kemerdekaan, pemerintah Repubtik Indonesia sempat menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional PON, di Surakarta Tahun 1948 yang disebut sebagai PON ke 1. PON ini berlanjut terus sampai sekarang setiap 4 tahun sekali dengan jumlah cabang olahraga yang semakin bertambah. Tahun 1947 dalam Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan dibentuk bagian yang diserahi tugas melaksanakan pendidikan jasmani di sekolah-sekolah.

Di tambah dengan sejarah istilah pendidikan jasmani di Amerika Serikat berawal dari istilah gymnastics, hygiene, dan physical culture Siedentop (1972). Di tanah air, istilah pendidikan jasmani berawal dari istilah gerak badan atau aktivitas jasmani. Dalam perjalanan sejarah juga pernah mengalami istilah pendidikan olahraga, pendidikan jasmani kesehatan rekreasi, pendidikan jasmani kesehatan, sebelum kembali pada istilah pendidikan jasmani sekarang ini. Perjalanan ini menunjukkan ketidak-konsistenan misi dan visi pendidikan jasmani yang diemban di tanah air, terombang-ambing pengaruh zaman dan budaya serta nilai orientasi yang diyakini masyarakat. Hingga saat ini pun, di sekolah dikenal istilah matapelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, tetapi seolah sepakat semua orang menyebutnya sebagai matapelajaran olahraga. Bahkan diantara para guru-nya pun lebih senang dipanggil sebagai guru olahraga daripada guru pendidikan jasmani. Inilah bukti ketidak-konsistenan arah dan tujuan pendidikan jasmani di tanah air.

Jadi dapat ditarik kesimpulan, Pendidikan jasmani secara tidak langsung telah diterapkan sejak zaman dahulu namun belum memiliki sistematika dan struktur yang akuntabel.



b. Kajian teori filosofis Pendidikan Jasmani dan Olahraga
1.      Pengertian Filsafat menurut beberapa ahli :
a)      Plato (428 -348 SM) : berpendapat bahwa filsafat ialah ilmu pengetahuan yang berusaha meraih kebenaran yang asli dan murni, atau penyelidikan tentang seba-sebab dan dan asas-asas yang paling akhir dari segala sesuatu yang ada.
b)      Aristoteles(384 – 322 SM), mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang senantiasa berusaha mencari prinsip-prinsip dan penyebab - penyebab dari realitas yang ada. Ia juga mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu yang berusaha mempelajari “peri ada selaku peri ada” (being as being) atau “peri ada sebagaimana adanya” (being as such).
c)      Johann Gotlich Fickte (1762-1814 ) : filsafat sebagai Wissenschaftslehre (ilmu dari ilmu-ilmu , yakni ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu. Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafat memperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari seluruh kenyataan.

2.  Pendidikan Jasmani dan Olahraga Menurut para ahli :
d)      Nixon and Cozens (1963: 51) mengemukakan bahwa pendidikan jasmani didefinisikan sebagai fase dari seluruh proses pendidikan yang berhubungan dengan aktivitas dan respons otot yang giat dan berkaitan dengan perubahan yang dihasilkan individu dari respons tersebut.
e)      Dauer dan Pangrazi (1989: 1) mengemukakan bahwa pendidikan jasmani adalah fase dari program pendidikan keseluruhan yang memberikan kontribusi, terutama melalui pengalaman gerak, untuk pertumbuhan dan perkembangan secara utuh untuk tiap anak. Pendidikan jasmani didefinisikan sebagai pendidikan dan melalui gerak dan harus dilaksanakan dengan cara-cara yang tepat agar memiliki makna bagi anak. Pendidikan jasmani merupakan program pembelajaran yang memberikan perhatian yang proporsional dan memadai pada domain-domain pembelajaran, yaitu psikomotor, kognitif, dan afektif.
f)       Ateng (1993) mengemukakan; pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan melalui berbagai kegiatan jasmani yang bertujuan mengembangkan secara organik, neuromuskuler, intelektual dan emosional

Jadi dapat ditarik kesimpulan :
Bahwa filsafat adalah Ilmu atau Paham yang mendasari pembicaraan atau topik-topik tertentu. Sedangkan Pendidikan Jasmani dan Olahraga adalah Hal yang paling urgent atau penting dalam suatu sitem pendidikan karena melibatkan aktifitas fisik, perilaku, dan keterampilan.
Kesimpulan :
Perkembangan pendidikan jasmani dan olahraga dewasa ini memang mengalami pertumbuhan yang bisa dibilang cukup pesat pasalnya telah banyak kajian dan penelitian tentang bidang keilmuan tersebut, banyak inovasi tentang Pendidikan dan upaya pencapain prestasi pada masing-masing cabang, hal tersebut tak serta merta dapat dicapai tanpa adanya pemikiran-pemikiran yang sifatnya membangun dan disinilah fungsi dari ilmu ataupun kajian tentang Filsafat Pendidikan Jasmani dan Olahraga itu sendiri. Mencari kebenaran tentang hubungan Pendidikan dan Gerak, Olahraga dan Prestasi.
Akhir kata, Ilmu tentang Sejarah dan Filsafat Pendidikan jasmani dan Olahraga merupakan perkara atau hal yang harus kita pahami bersama, bagaimana Perkembangan Pendidikan Jasmani dari masa ke masa dan bagaiman hubungan antara Olahraga dan prestasi, sehingga kita bisa jauh lebih mengerti tentang hubungan keduanya untuk bahan rujukan kita kedepannya.





















Daftar Rujukan
Abdulkadir Ateng, (1993). Landasan Pendidikan Jasmani, Jakarta : Ditjen Dikti    Depdikbud
Aji, Derajat 2004. Defenisi Filsafat Olahraga
Adisasmita, Yusuf. Hakekat, Filsafat dan Peranan Pendidikan Jasmani Dalam Masyarakat
Bucher. 1979. Defenisi Pendidikan Jasmani
Jumal Pendidikan Jasmani Indonesia. Vol.1, No.1. Yogyakarta: Fakultas Iimu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta.
Nixon and Cozens. 1963. Pengertian / Defenisi Pendidikan Jasmani (Penjas) Olahraga
Rushall, B. S., & Siedentop, D. (1972). The development and control of behavior in sport and physical education. Philadelphia, PA: Lea & Febiger. (pp. 156-168)]
Wojowasito. S. 1972. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Malang: Shinta Dharma









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman